Archive for February, 2007

Tiga hari dua malam, sepasang platonik bungkuk duduk bersandingan. Dia bercerita, aku berkaca saja. Percakapan yang entah bagaimana bisa disebut percakapan lagi, sebab dialog yang bertransformasi menjadi rangkaian “amin” yang berkepanjangan, gerbong logika dengan rel tertata rapi. Si Kakek dongeng, cermin yang jernih dan memberi pantulan positif itu, telah pergi dan ganti mengisi hidup dan [...]


Belum lama ini saya baru saja sadar, kalau Jack Nicholson bisa jadi favorit saya sepanjang masa. Tapi Robin Williams, akh…Robin Williams selalu menjadi pemenang. Kalau saya ingin istirahat dengan tenang, saya akan memutar pak Robin sebagai pengantar tidur. Jika saya butuh semangat dan kesegaran tambahan untuk sebuah hari yang berat, pak Robin akan membuka pagi [...]


Saya merasa seperti tukang kebun yang lalai. Bekerja dan bekerja, tanpa menikmati pertumbuhan asuhanku. Mereka tibatiba menjadi terlalu besar di mataku dan saya, merasa dipenuhi kerutan di sudut mata. Rasanya menjadi sangat tua, sekaligus lemah. Kepercayaan diri yang dulu setia seperti bayangbayang,  rasanya juga memudar. Saya mengerti mengapa Beatles menulis Help!  pada usia yang masih [...]


Mungkin kamu perlu tahu ini, Dim. malam ini, lagilagi menjadi malam yang entah keberapa saya menatap kamu; dan berpikir bahwa di sana, kamu juga sedang berpikir tentang saya, bayangan yang tertinggal di kepala kamu.

Seperti malammalam yang lain, saya kembali merampungkan bangunan karakter kamu dalam kepala saya.

Kamu yang tertangkap kesan saya Dim, adalah Dim yang [...]


pertemuan

05Feb07

pagi ini aku seperti orang yang dengan pena terlalu banyak
tintanya takut menodai kertas lalu mengerang bunga daripada perkataan
andre gide