Archive for September, 2007

Bertemu dengan perempuan yang mengenakan banyak sekali kalung dan banyak sekali gelang dan kaos bertuliskan “Peace”, selain membuat saya teringat pada ully sigar rusadi, juga membuat saya tersadar kembali bahwa ini adalah salah satu jenis yang paling saya hindari.
Orang jenis beginian, tahu betul bahwa siapa yang menguasai bahasa menguasai pengetahuan. Saya “terpaksa” meminum banyak sekali [...]


Perjalanan kemarin, membuat saya bertemu dengan diri saya dan diri temanteman saya yang kesepian. Aneh sekali, bagaimana setiap cerita ataupun keinginan semuanya punya ujung motif yang sama:menghancurkan kesepian.
Saya ingat, beberapa minggu yang lalu mengirim pesan pada seorang teman saya:
Andai saja mabok atau ke pantai atau karaoke atau mengakomodir suicidal tendency bisa membuat lebih tenang [...]


saya memberi dua tongkat untuk bibir ibu saya, nyaris sekaligus. yang pertama adalah untuk menjawab katakata yang menyembur dengan emosi di pagi hari. pertengkaran kami yang pertama setelah perjalanan sepuluh hari yang intensif dan melelahkan. pertengkaran yang sebenarnya membuat hubungan kami menjadi wajar lagi. tidak sempurna seperti bayangan pembuat gillmore girls. dia berkatakata dengan [...]


saya teringat, sahabat saya pernah mengatai saya sesuatu semacam “hero complex” atau “deus ex machina”. ketika katakata itu keluar, saya benarbenar menyimpannya tanpa kekuatan sedikit pun untuk memikirkan artinya. apapun makna yang ada di baliknya, saya tidak akan siap menerimanya.
beberapa hari kemudian, dalam sebuah perjalanan kereta, saya menangis kencang. menyadari semua hero complex itu. menyadari [...]