Archive for November, 2007

iya. saya merasa jadi orang paling berani semalam. lakilaki nuansa bening menatap saya dengan mulut setengah terbuka saat saya memberinya souvenir dari “eternal sunshine of the spotless mind”. film, bahasa yang sama kami pergunakan. dan dia lebih dari mengerti karenanya.
maaf, kata saya. kita tidak pernah bisa menjejak dengan satu kaki di kursi empuk dan sebelahnya [...]


 
Sambil menonton Across The Universe, saya tibatiba merasa sangat berutang kepada kakak pertama saya. ketika saya berusia lima tahun, ia adalah mahluk paling keren kedua bagi saya, setelah bapak saya tentunya. Kakak saya adalah remaja 17 tahun yang kurus dan tengil, rambut kribo dan lebat, berhasil berteman dengan anak orang kaya yang super disiplin, sehingga [...]


Bertahuntahun yang lalu, saya ingat pernah berjalan dengan ransel penuh, merasa seperti unta yang menolak takdir punuknya. Temanteman seperjalanan saya berada jauuuuuuh sekali di depan, hanya engahannya saja yang sampai ke telinga saya. Semua payah, untung saja beramairamai. Saya juga, walau tertinggal, tidak sendirian ketika itu. Kakak saya, berjarak tiga langkah di belakang saya, ringan [...]


Benar, saya akan menikah. Bukan sebuah pernikahan yang akan dimimpikan gadis kecil, atau sederhana yang dapat terangkum dalam dua kata: love or money, atau akhirakhir ini, sensasi. Ada satu segmen dalam Bobby yang bicara tentang pernikahan. Lindsay Lohan, a soon gonna be june brides, menikahi teman kuliahnya, agar hanya dikirim ke Jerman, dan bukan garis [...]


menonton harold and maude, tibatiba, membuka jawaban atas ketidakmampuan saya menerjemahkan jenis hubungan yang sudah dikembangkan oleh orang tua saya. kepulangan saya beberapa kali dalam setahun ini (yang melebihi jumlah kepulangan saya selama empat tahun masa kuliah), membuka mata saya tentang chemistry yang terbangun diantara orang tua saya. ketika saya mengadu tentang ibu saya [...]


pertanyaan itu yang muncul di kepala saya, sambil menggoyangkan kaki dan kepala saat tempat yang saya kelola menjadi ajang disko darurat. saya sedikit menikmati suasana seperti itu, dan ingat beberapa kali dalam periode umur saya, pernah menjadi pengunjung tetap. 
sambil menggoyangkan kaki dan kepala, dengan tangan yang memegang bir dan rokok, saya mengamati bahwa para lakilaki yang menjadi [...]


“mau dibawa kemana hubungan ini?” adalah pertanyaan yang paling sering muncul dari mantan saya sekaligus pertanyaan yang paling sering membuat saya berang. Dalam perjalanan kami, saya kemudian belajar bahwa pertanyaan mau dibawa kemana hubungan ini adalah kalimat pengganti dari sekian pertanyaan dan pernyataan yang tidak sanggup ia verbalkan. Saya kemudian belajar untuk memanjat ke sebalik [...]