Archive for January, 2008

tibatiba saya merasa berada di ruang ganti sebuah stadiun pertadingan atau panggung harian di kedai. bedanya, saya bukan si atlit atau penampil yang ditunggutunggu. juga bukan siapapun yang berada di balik sistem itu.
mungkin saya adalah penonton yang bosan, atau apapun yang tidak punya kesengajaan untuk menjadi bagian dari pertunjukan.
yang membuat saya tetap berada di ruang [...]


If all my friends have forgotten half their promises
They’re not unkind, just hard to find
carpenters:
i won’t last a day without you
tidak apa, saya tidak sendiri. hanya sedikit kesepian.


setelah mencoba mengalihkan kemarahan saya selama tiga hari, akhirnya saya bisa juga sampai di titik ini. titik untuk tidak lagi menghitung berapa lama lagi saya akan menunggu dia, atau berapa lama lagi dia akan menghindari perasaannya terhadap saya. setelah mencoba mengalihkan kemarahan saya selama tiga hari, saya berhenti mengulang-ulang kalimat sakti ini di dalam hati [...]


beneran, temanteman di sekitar saya rasanya semakin aneh saja. seorang sahabat bertanya pada sahabat lain tentang saya:kirakira dia marah gak ya kalo kita bilang workaholic?
dia merujuk pada saya, dan saya langsung terbahak mendengar bocoran pertanyaan itu. kenapa harus takut pada “kemarahan” saya? yang lebih tidak saya mengerti, apa yang salah dengan menjadi pecandu kerja, jika [...]