Archive for March, 2008
Saya hanya satu dari sekian perempuan (dan sedikit lakilaki yang pasti binan) yang cinta mati pada serial Sex n the City. Juga, saya hanya satu dari sekian perempuan yang senang mematut diri laiknya bercermin pada keempat karakter di dalamnya. Carrie Bradshaw, si pemenang hati banyak orang, bagi saya bukan sematamata karena desain produksi yang mengharuskan [...]
Filed under: de plus en plus | 2 Comments
saudara bulan Juli saya
And in mott street in july….
I hear those seagul cry
Saya benarbenar dipaku di tempat duduk saya ketika lagu penutup The Legend of 1900 mengiringi credit title. Beberapa hari yang lalu, jam 3 pagi. Ini semacam ritual saya untuk menutup hari. ambil satu film dengan acak, dan biarkan dia bicara kepada saya. dan pagi itu, adalah [...]
Filed under: de plus en plus | Leave a Comment
Saya tidak mengerti.
Sama sekali tidak.
Sejak kapan puisi bisa dinikmati dalam komunalitas? Tercipta dalam sunyi, seperti itu yang saya tahu, atau paling tidak, pernah tahu, tentang nya.
Penyairpenyair yang saya sukai atau tahu, pada umumnya adalah penyendiri akut. Mati karena TBC dan tak terurus, di motel kumuh. Atau hotel mentereng dengan gundik yang terlalu mabuk.
Atau inikah [...]
Filed under: de plus en plus | Leave a Comment
I try to think of what time is and all i can think is
“time is time was”
andy warholl
Baru semalam saya menceritakan (lagi) kisah saya dan lakilaki nuansa bening kepada seorang teman dan membuat saya berpikir (lagi) tentang durasi kisah yang terlalu panjang ini. kata “terlalu” ini sebenarnya tak pantas berada disini, karena di [...]
Filed under: anomie | 2 Comments
jangan pinjami saya bahasamu!
Subaltern woman, if can speak became the native informants for the metropolitan gender theorist (spivak).
Nenek itu memang galak. Suaminya pun pernah menulis novel tentang pernikahan singkat mereka. The Bride wore a traditional gold. Hampir semua gerakan perempuan di barat menjadi korban kesinisan dia. Senjatanya satu, bahasa. Bagi Spivak, logika berbicara atas nama atau perwakilan, hanyalah [...]
Filed under: de plus en plus | Leave a Comment
“In their factories in Bombay they make films as a factory makes and sells shoes wholesale or retail. They keep saying all the time that the masses want this kind of film–in reality they manipulate the masses to state of cultural prostration.” (Utpal Dutt)
teks itu adalah kutipan dari kutipan. ucapan utpal dutt yang saya [...]
Filed under: de plus en plus | Leave a Comment
One might say, i’mI’m the singer. That might be true. I never found myself singing out of my soul. Never be. Worse, as the choir of national song or competition, but my heart, as an independent part of self, always find its what to be true. Worse to say, that, once i’veI’ve sang so debtfully [...]
Filed under: anomie | Leave a Comment
Search
-
You are currently browsing the tempus fugit... weblog archives for the month March, 2008.