Dalam percakapan yang intens dengan seorang teman selama beberapa hari, saya tibatiba mengerem mulut saya. Dalam pandangan matanya yang menyimak, saya mampu menangkap gema suara saya yang bicara dengan terlalu banyak

gue sih…. kalo gue…. menurut gue…”.

Rasanya sangat tidak tepat. Dia datang ke kota saya, atas undangan saya, menginap di tempat saya namun mengapa udara tetap harus dijejali dengan pendapatpendapat saya? Seberapa gelisahkah saya sehingga semua yang ada di kepala saya harus dilontarkan dan mendapat audiens? Rasanya malu sekali.

“L’oeil, c’est la force”

Lyotard



No Responses Yet to “tentang mulut saya yang congkak”  

  1. No Comments Yet

Leave a Reply