Archive for November, 2008

salah satu sutradara yang diwawancarai dalam I Nostri Trent Anni (terjemahan bebasnya Kita Dalam Tiga Puluh Tahun), berkata :
semakin kesini, saya kok merasa tidak bisa lagi memakai kata “kita”. kalo itu yang disebut semangat jaman, maka saya merasa sangat malu ya. kita, saya, telah hidup menjadi manusia yang individual. bukan dalam arti kemapanan, namun dalam [...]


baru semalam sejak saya tiba di kota ini, tapi rasanya saya bisa menulis begitu banyak hal tentangnya. bukankah ini hal yang jamak untuk setiap “pertama kali”? seperti jogja pertama kali. sastra pertama kali.
semalam, saya tidak bisa menemukan tempat dimana saya harusnya menginap. berputarputar dengan menggeret koper the mami, sembarangan saya masuk sebuah hotel. melihat tampilan [...]


saya merasa punya masalah besar dengan perjalanan yang direncanakan. karena itu berarti persiapan. saya tidak cakap dalam mepersiapkan. selalu ada yang luput. tak terpikirkan. tak terbawa. tak…
saya menyukai sesuatu yang dilemparkan begitu saja dan mengambil peran di dalamnya. mengatasinya. bisa juga, menyepelekannya dengan cara tak bereaksi terhadapnya.
persiapanpersiapan ini, merontokkan tulang belakang saya, juga kepercayaan saya [...]