Archive for March, 2009
the book of lost things
“…yang ada hanyalah keheningan. seperti kalau jam dinding di rumah dibawa pergi untuk diperbaiki, dan setelah beberapa waktu kita baru menyadari ketidakhadirannya. Karena suara tik-tok-nya yang lembut dan menenangkan tidak terdengar lagi dan kita, sangat merindukannya.”
masalahnya, saya tahu benar, bahwa ia tidak dibawa pergi untuk diperbaiki. melainkan untuk dihapuskan dari kenangan saya terhadapnya.
Filed under: anomie | Leave a Comment
seandainya saya belum menulis surat “last but not least“ itu, saya akan menulis lirik lagu ini sebagai gantinya. seandainya saya tidak pernah menyanyikan “dont’t think twice, it’s allright!“, rasanya lebih merdu menirukan suara serak tom waits ini.
You can never hold back spring
You can be sure that I will never
Stop believing
The blushing rose will climb
Spring ahead [...]
Filed under: rechercherait du temps perdu, you've got a mail, i've got no reply | Leave a Comment
“the bad thing in you is the one that actually makes you good”
adalah katakata dari film seri yang saya tonton hari ini yang membuat saya terdiam sejenak. kata yang bermakna kurang lebih sama dengan Prévert bertahuntahun yang lalu:
“dans chaque église, il y a toujours quelque chose qui cloche”
selalu ada yang salah dalam setiap kebaikan.
lucu, bagaimana [...]
Filed under: de plus en plus | Leave a Comment
do not weep.i’m not there
untuk pertama kalinya setelah sekian tahun, saya punya keinginan lagi untuk pergi dan membebaskan semua orang dari saya.
“Le temps mène la vie dure à ceux qui veulent le tuer“ – jacques prevert
Filed under: anomie | Leave a Comment
so long, mate…
teman saya pergi hari ini. khas dengan budaya generasi saya dalam berkabar, saya mengetahuinya dari mailing list. kemudian status di situs pertemanan. saya melanjutkan budaya itu. menghapus namanya dari buku telpon, dan melakukan tur di situs dia. sebentar, dan menutup itu, jelas untuk selama-lamanya.
entah berapa tahun sudah saya tak bertemu dengan dia. bahkan ketika dia [...]
Filed under: anomie | Leave a Comment
all times’ ballad
Mungkin saya harus rela, menyaksikan kedua orang tua saya menjadi tua, dengan alami. Dengan cara yang mereka pilih. Atau cara yang mereka pikir memang sudah seharusnya. Mungkin saya harus berhenti menanamkan harapan-harapan saya kepada mereka dan membangun konsep tentang bagaimana seharusnya hubungan anak dengan orang tua; sebagaimana mereka telah lama berhenti bertanya banyak hal kepada [...]
Filed under: de plus en plus, la vie en rose | Leave a Comment
semoga saja
Semoga saja, walau hanya secuil, aura yang keluar dari diri saya karena mencintai dengan dalam, lah yang membawa sahabat saya berani merasakan jatuh cinta lagi
Semoga
Karena itu berarti dukungan bahwa saya sedang berjalan di jalur yang benar. Dan ia, sahabat saya yang baru saja memutuskan berani untuk merasa jatuh cinta lagi, tentu saja sedang memutuskan untuk [...]
Filed under: de plus en plus | 2 Comments
Search
-
You are currently browsing the tempus fugit... weblog archives for the month March, 2009.