Archive for May, 2009
Kemarin, huruhuruf ini sudah berada di ujung jari saya, hendak menuliskan kalimat ini:
Saya sudah berhenti mengucap syukur.
Kemarin, menjelang malam, saya dihujani halhal yang sudah lama tidak pernah saya harapkan lagi.
07.00 pm
Seorang sahabat yang meninggalkan rumah bersama yang kami bangun karena tanggung jawab barunya sebagai kepala keluarga –kejadian yang membuat saya tobat membangun apapun dengan lakilaki [...]
Filed under: de plus en plus, la vie en rose | Leave a Comment
one’s root problem is, memory
People say, when you can’t have what you want the best you can do is not to forget : ashes of time
Filed under: anomie | Leave a Comment
we are that lucky, pap!
Lucy: Daddy, did God made for you to be like this or was it an accident?
Sam: Ok, what do you mean?
Lucy: I mean you’re different.
Sam: But what do you mean?
Lucy: You’re not like other daddies.
Sam: I’m sorry. I’m sorry. Yeah, I’m sorry.
Lucy: It’s ok, daddy. It’s ok. Don’t be sorry. I’m lucky. Nobody else’s daddy [...]
Filed under: la vie en rose | Leave a Comment
on suicide
Dalam serial kegemaran saya sekarang, Lie To Me, tokoh Cal bicara tentang penyebab utama, dan yang paling umum, dari tindakan bunuh diri. Agoni. Bukan sebuah isu baru bagi Cal. Kenyataannya, peristiwa bunuh diri ibunya, adalah hal yang memicu dia untuk menjadi dia yang sekarang. Penemu dan peneliti micro expression. Cerita kemudian berpusar pada bagaimana Cal [...]
Filed under: anomie | Leave a Comment
Search
-
You are currently browsing the tempus fugit... weblog archives for the month May, 2009.