Archive for the 'anomie' Category
mockumentary.
This kind of thing always occupied me when installing myself at an infinite small not yet become garden in the Westside part of my house while smoking:
I remembered I read one’s palm almost a year ago, actually one of my oldest method of cruising and to get laid, and pronounced to him that he’s a [...]
Filed under: anomie, rechercherait du temps perdu | Leave a Comment
Ini adalah hari pertama dari seluruh sisa hidup saya.
Harusnya saya menghadiri jamuan makan malam ulang tahun sahabat saya, tapi urun. Mata saya bengkak dan garis mulut saya sudah tak bisa ditarik lagi.
Ini adalah hari pertama dari seluruh sisa hidup saya.
Pagi tadi, ditengah segala frustrasi saya karena tak bisa tidur dan pikiran harus bekerja seharian di [...]
Filed under: anomie | Leave a Comment
tentang saya dan statistika
Saya paling malas dengan yang namanya statistik. Satu, karena saya tidak pernah mengerti logika angka. Bagaimana suatu jumlah bisa menjelaskan banyak hal. Ungkapan yang klasik tentang itu “one man’s death is tragedy. More than that is statistic”. Jelaskan, bagaimana di mata saya, statistik itu sendirilah yang sejatinya tragedi?
Beberapa hari yang lalu, mantan saya yang kesembilan, [...]
Filed under: anomie, de plus en plus | Leave a Comment
dalam forum yang mempertemukan penonton festival dan pembuat film seksi kompetisi di Manila kemarin, salah satu penulis skenario bicara tentang filmnya, Sanglaan. Sanglaan adalah toko gadai yang menjadi pelengkap pemandangan kota manila selain warung babi guling dan jeepney.
katanya :
for me, this film is merely about how to be a philippino. in the first state, sanglaan [...]
Filed under: anomie, fountaine of thought:cinema, le grand voyage | Leave a Comment
tentang ditolak dan tertolak
Rasanya, kemarin saya diajarkan beda yang mendasar antara ditolak dan tertolak.
Ditolak, adalah pernyataan negatif atas hal yang diajukan. Tertolak, adalah penolakkan menyeluruh atas eksistensi.
Kemarin, saya merasa tertolak dengan telak.
Dan yang tersisa tinggalah, agoni.
and when is the next lesson? tomorrow. (the piano-1993)
Filed under: anomie, rechercherait du temps perdu | 1 Comment
one’s root problem is, memory
People say, when you can’t have what you want the best you can do is not to forget : ashes of time
Filed under: anomie | Leave a Comment
on suicide
Dalam serial kegemaran saya sekarang, Lie To Me, tokoh Cal bicara tentang penyebab utama, dan yang paling umum, dari tindakan bunuh diri. Agoni. Bukan sebuah isu baru bagi Cal. Kenyataannya, peristiwa bunuh diri ibunya, adalah hal yang memicu dia untuk menjadi dia yang sekarang. Penemu dan peneliti micro expression. Cerita kemudian berpusar pada bagaimana Cal [...]
Filed under: anomie | Leave a Comment
elegi esok pagi
“sooner or later, everyone’s dream will go up in the smoke” emmet ray
Sahabat serumah saya mencatat tentang saya. Saya yang menurutnya “telah berhasil mewujudkan mimpi dalam usia 24 tahun”. Tidak ada yang salah sejauh ini dipandang sebagai fakta. Bahwa saya punya sekian kawan yang punya niat tak kalah kuat untuk mewujudkan mimpi itu sebagai [...]
Filed under: anomie, de plus en plus | Leave a Comment
the book of lost things
“…yang ada hanyalah keheningan. seperti kalau jam dinding di rumah dibawa pergi untuk diperbaiki, dan setelah beberapa waktu kita baru menyadari ketidakhadirannya. Karena suara tik-tok-nya yang lembut dan menenangkan tidak terdengar lagi dan kita, sangat merindukannya.”
masalahnya, saya tahu benar, bahwa ia tidak dibawa pergi untuk diperbaiki. melainkan untuk dihapuskan dari kenangan saya terhadapnya.
Filed under: anomie | Leave a Comment
do not weep.i’m not there
untuk pertama kalinya setelah sekian tahun, saya punya keinginan lagi untuk pergi dan membebaskan semua orang dari saya.
“Le temps mène la vie dure à ceux qui veulent le tuer“ – jacques prevert
Filed under: anomie | Leave a Comment
Search
-
You are currently browsing the tempus fugit... weblog archives for the anomie category.