Archive for the 'de plus en plus' Category
surat untuk mamito
Mamito,
Maaf, natal ini saya tak pulang lagi. Paling tidak begitulah rasanya. Walau mami tidak pernah memaksa. Tapi kali ini, rasanya saya harus pamit.
Maaf, natal ini saya tak pulang lagi. Dan mungkin untuk banyak waktu di harihari depan, saya masih akan berpikir panjang untuk berkata : pulang.
Maaf, saya baru bisa “melihat” mami akhirakhir ini. Menghargai nilainilai [...]
Filed under: anomie, de plus en plus | Leave a Comment
sedikit jawaban
I stopped loving my father a long time ago. What remained was the slavery to a pattern.
terima kasih, anais.
Filed under: de plus en plus | 2 Comments
Saya rasa, saya perlahanlahan paham mengapa saya sering menganggungkan umur. Umur bicara ketahanan diri. Durabilitas. Bertahan pada identitas yang dibangun dan diyakini, bertahan pada poros perubahan yang diikuti, bertahan pada kepercayaan terhadap segala hal bersifat sementara dan karenanya mau tetap berusaha menempatkan diri dalam kesementaraan keyakinan.
Hal yang berjalan terbalik dengan logika usia. Usia adalah penanda [...]
Filed under: de plus en plus | 1 Comment
perry dan saya
mulut saya menganga dan matanya bersinarsinar waktu bercerita soal instalasi topi “petit prince”.
you know, when snake eats elephant, you know little prince, diba?
ia bicara dengan gaya taglish yang sangat akrab, dan lebih bersemangat lagi melanjutkan ceritanya setelah melihat reaksi saya yang tidak kalah bersemangat
that Lukas, the director, he doesn’t know about little prince, pero when [...]
Filed under: de plus en plus, fountaine of thought:cinema, le grand voyage | Leave a Comment
What have you lost?
Buku itu menyolok sekali diantara bukubuku pengembangan diri semacam sop ayam dan sejenisnya. Sampulnya juga sudah mampu bicara banyak. serupa bumper pembuka serial Lie to Me (ya, season dua sudah beredar, iya, saya sudah nonton), ekspresi wajah maupun tubuh atau keduanya atas emosi di atas.
Apa saja yang telah hilang dari kamu?
Dompet ? [...]
Filed under: de plus en plus | 2 Comments
you fear that if anything else goes wrong, it may prove to be ‘the last straw that breaks the camel’s back’. Where does that phrase come from? Aren’t camels supposed to be beasts of burden? Perhaps it is their shape that makes them so susceptible to overloading. It can’t be easy for the jammaals, to [...]
Filed under: de plus en plus | Leave a Comment
Demain, J’arette (oui,oui,oui!)
Sepertinya, saya belajar satu hal lagi tentang keluarga hari ini. Sepertinya, orangorang butuh berkeluarga, membangun keluarga dalam segala pengertian dan kemungkinannya untuk memperkecil jarak di dalam dirinya. Antara diri yang disadari dan dimaui. Diri yang dihindari dan diri yang menunggu untuk dikenal.
Sahabat saya, si spons kuning langsat pernah bertanya pada saya:
Lo pernah gak ngerasa gak [...]
Filed under: de plus en plus, fountaine of thought:cinema | Leave a Comment
saya akhirakhir ini merasa betapa saya sedang diamati oleh banyak mata. mata mewakili pandangan. pandangan berasal dari konstruksi pikir dan budaya. konstruksi ini asalinya adalah waham. waham atau delusi adalah keyakinan palsu yang timbul dari luar, bersifat egosentris dan tinggal menetap. sesuatu yang dibawa dan ditetapkan seseorang secara sewenangwenang. sesuatu yang mungkin timbul setelah rangkaian [...]
Filed under: de plus en plus, le grand voyage | Leave a Comment
pokoknya, saya ketemu satu mantan saya lagi di lingkungan yang, least expected, untuk menemukan dia disana. setelah obrolan terputusputus siangnya, disambung telepon malamnya, dia sampai pada satu kalimat:
tapi emang kan? itu yang selalu gw cari tiap ketemu elo. gw kayak gini karena keadaan. elo, tuh, elo yang bentuk keadaan jadi seperti ini
for better for worse, [...]
Filed under: de plus en plus | Leave a Comment
tentang saya dan statistika
Saya paling malas dengan yang namanya statistik. Satu, karena saya tidak pernah mengerti logika angka. Bagaimana suatu jumlah bisa menjelaskan banyak hal. Ungkapan yang klasik tentang itu “one man’s death is tragedy. More than that is statistic”. Jelaskan, bagaimana di mata saya, statistik itu sendirilah yang sejatinya tragedi?
Beberapa hari yang lalu, mantan saya yang kesembilan, [...]
Filed under: anomie, de plus en plus | Leave a Comment
Search
-
You are currently browsing the tempus fugit... weblog archives for the de plus en plus category.