Archive for the 'la vie en rose' Category

saya rasa hari itu, sayalah orang yang paling kaya di manila. melebihi mereka yang kebanyakan minum di semua gala premier festival ini, ataupun yang dilamar untuk masuk ke festival berikutnya.
hari itu sudah ajaib karena dimulai dari minum kopi saya bersama ami, seorang oma kenes kelahiran 1954, lajang, pernah mengelola cafe yang menjadi tempat ngumpul seniman [...]


Kemarin, huruhuruf ini sudah berada di ujung jari saya, hendak menuliskan kalimat ini:
Saya sudah berhenti mengucap syukur.
Kemarin, menjelang malam, saya dihujani halhal yang sudah lama tidak pernah saya harapkan lagi.
07.00 pm
Seorang sahabat yang meninggalkan rumah bersama yang kami bangun karena tanggung jawab barunya sebagai kepala keluarga –kejadian yang membuat saya tobat membangun apapun dengan lakilaki [...]


Lucy: Daddy, did God made for you to be like this or was it an accident?
Sam: Ok, what do you mean?
Lucy: I mean you’re different.
Sam: But what do you mean?
Lucy: You’re not like other daddies.
Sam: I’m sorry. I’m sorry. Yeah, I’m sorry.
Lucy: It’s ok, daddy. It’s ok. Don’t be sorry. I’m lucky. Nobody else’s daddy [...]


“Tante kesepian ya? Tapi Refie lagi gak ada waktu nih…”
Itu respon ponakan saya, ketika saya mengajaknya liburan ke kota saya.
Separuh sedih, separuh kaget, saya menelan ludah. Sedih, karena mungkin, dia ada benarnya juga. Walau mungkin juga itu emosi sesaat, karena hormonhormon melankolis saya bekerja dengan sempurna kala mens.
Saya menelpon mereka sehabis mengajak anjing saya berjalanjalan [...]


Mungkin saya harus rela, menyaksikan kedua orang tua saya menjadi tua, dengan alami. Dengan cara yang mereka pilih. Atau cara yang mereka pikir memang sudah seharusnya. Mungkin saya harus berhenti menanamkan harapan-harapan saya kepada mereka dan membangun konsep tentang bagaimana seharusnya hubungan anak dengan orang tua; sebagaimana mereka telah lama berhenti bertanya banyak hal kepada [...]


dalam perjalanan panjang saya kembali menemukan tempat di ruang yang saya pilih, saya bertemu dengan kawankawan lama dengan gua gua pemikiran mereka yang, dengan indahnya, tetap memberi ruang interpretasi yang maha luas bagi saya dan semesta pengalaman saya untuk menempatkan diri di salah satu sudut nyaman mereka.
salah satu perbicangan yang meninggalkan gaung kencang dalam kepala [...]


27Jan09

kamu emang gak ada rencana brenti merokok ya?
gak.
it never cross your mind?
nope
hahaha
aku mulai umur 10 tahun.waktu aku tau joni mitchell mulai ngrokok umur 9 tahun, rasanya nyesel. damn! if only i start a year earlier, mungkin suara gw bisa gitu juga
huahaha
tapi joni satu diantara berapa ratus ribu orang
serius amat kamu hahaha
iyalah serius hahaha
kamu nabi anti [...]


perbicangan saya dengan saudara saya di kantin bandara -iya, sudah lama tidak menggunakan kata ini, bandara sebagai akronim dari bandar udara:) -meyakinkan saya bahwa kesadaran semata (atau hampir semata) terletak pada kemauan untuk berpikir. kemauan yang menjadi antonim dari menerima sesuatu sebagai hal yang terberi.
sementara saya masih takjub dengan kondisi rumah tempat saya lahir dan [...]


“Pilihlah pekerjaan yang engkau suka, maka engkau takkan pernah bekerja sehari pun sepanjang hidupmu”
konfusius
Membaca berita dan kegemasan orangorang tentang ujian nasional, saya langsung terpikir the mami. Bagaimana kirakira dia menyikapi semua ini kalau dia masih menjadi kepala sekolah, walau buat saya dia adalah guru seumur hidup. Saya ingat, bagaimana kami,seisi rumah harus bangun jam lima [...]


04May08

Seminggu bersama the papi seperti telah membayar duapuluhtujuh  tahun  kebersamaan kami. Seringkali, di tengah aktivitas kami yang tidak banyak itu ( wine, rokok, nonton film), saya mendapati diri saya bertanyatanya : sebenarnya saya sedang bersama siapa sih?
Mungkin dia pun demikian, mendapati anak perempuannya telah menjadi compañeros bagi harihari tuanya.
Suatu hari, kami melompat ke taksi [...]